https://jurnal.insan.ac.id/index.php/altafani/issue/feedAltafani2026-10-24T06:45:23+00:00Hadi GunawanHadigunawan@insan.ac.idOpen Journal Systems<p align="justify">Altafani merupakan jurnal yang menerbitkan hasil pengabdian masyarakat berbasis riset, meliputi pemberdayaan masyarakat, keluarga, sekolah/madrasah, penerapan teknologi tepat guna, pendidikan berkelanjutan, dan pelatihan. Altafani diterbitkan dua kali setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober, oleh LPPM Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai.</p>https://jurnal.insan.ac.id/index.php/altafani/article/view/1007Peningkatan Literasi Digital Masyarakat Desa Lantasan Lama Melalui Edukasi Internet Sehat2026-04-29T10:07:49+00:00Yulia Tiara Tanjungtiarabortanlia@gmail.comSiti Aminah Hasibuansitiaminahhasibuan04@gmail.comRini Rinirinitapteng@gmail.comMuhammad Razalirazalialy@gmail.comNurmayana Nurmayananurmayana.1709@gmail.com<p>Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi khususnya akses internet telah membawa dampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan masyarakat. Internet telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, namun penggunaan yang kurang bijak berpotensi menimbulkan dapak negatif seperti kecanduan, perundungan siber, dan penyebaran hoaks. Literasi digital adalah keterampilan penting yang harus dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat. Literasi digital menjadi semakin relevan karena perkembangan teknologi yang pesat dan peran pentingnya dalam kehidupan sehari-hari. pengandian masyarakat dilaksanakan di Desa Lantasan Lama, Jl. Bandrek, Kec. Deli Serdang, dengan tujuan meningkatkan literasi digital, etika berinternet dan keterampilan verifikasi informasi pada warga usia produktif. Penelitian ini menggunakan metode <em>mixed methods</em>. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui edukasi langsung dan diskusi kelompok terfokus (FGD). Tujuan dari Penelitian ini yaitu Meningkatnya Pemahaman Masyarakat Mengenai Konsep Literasi Digital, Memperkuat Pemahaman Masyarakat Mengenai Kesadaran Keamanan Siber, Meningkatnya Kesadaran Masyarakat Mengenai Pentingnya Etika dan Keamanan Digital, Meningkatnya Keterampilan Masyarakat dalam Menggunakan Teknologi Digital Secara Produktif, Meningkatnya Keterampilan Masyarakat dalam Mengendalikan Kecanduan dan Mengatur Waktu, Meningkatkan Kesehatan Mental, Kesejahteraan dan Memperluas Akses ke Pelayanan dan Informasi Publik, Meningkatnya Antusiasme Masyarakat untuk Terus Belajar Mengenai teknologi digital melalui edukasi internet sehat.</p>2026-07-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Yulia Tiara Tanjung, Siti Aminah Hasibuan, Rini Rini, Muhammad Razali, Nurmayana Nurmayanahttps://jurnal.insan.ac.id/index.php/altafani/article/view/1179Talk Show Kesehatan Mental “Membangun Ruang Aman Dalam Diri” Di Paguyuban Ibu Pembelajar (Pilar) Stabat2026-10-24T06:45:23+00:00Azizah Batubaraazizahbatubara89@gmail.comSri Wahyuniyuni210984@gmail.comConnyconiegeorgina@gmail.comFheti Wulandari Lubiswulanlubis119@gmail.comNudia Yultisanyultisa@gmail.comUmmi Umaraumararahmat@gmail.comRisma Dinarismadina817@gmail.comSri Kurnia H Sebayanghastutisrikurnia@gmail.com<p>Pengabdian ini bertujuan untuk membantu para perempuan khsusuny para ibu rumah tangga untuk dapat merasa aman sehingga mampu bahagia dan mengelola kesehatan mentalnya dengan baik. Pengabdian kepada masayarakat ini menggunakan pemaparan materi melalui power point, <em>talk show</em> berupa tanya jawab dengan narasumber. Target dari pengabdian ini adalah para perempuan khususnya yang sudah menikah yang tergabung dalam komunitas Paguyuban Ibu Pembelajara (PILAR) Stabat. Banyak para ibu rumah tangga yang merasa kesulitan untuk mengelola emosinya sehingga selalu merasa waspada dan sulit bahagia. Peserta Paguyuban ibu pembelajar berjumlah 52 orang, dengan struktur kepengurusan yang terdiri dari Ketua Umum, Sekertaris, Bendahara, Divisi Humas, Divisi Event Orgenizer dan Divisi Pengembangan. Pada saat pelaksanaan pengabdian masyarakat, para peserta terlihat sangat antusias dan aktif dalam sesi tanya jawab. Melalui pengabdian masyarakat ini tim pengabdian membantu para perempuan khususnya para ibu untuk mengelola emosinya dan mencari ruang aman dalam dirinya sehingga mampu merasa bahagia, dengan menerapkan beberapa teknik seperti teknik pernafasaan dan tekinik <em>journaling</em>.</p>2026-10-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Azizah Batubara, Sri Wahyuni, Conny, Fheti Wulandari Lubis, Nudia Yultisa, Ummi Umara, Risma Dina, Sri Kurnia H Sebayanghttps://jurnal.insan.ac.id/index.php/altafani/article/view/1105Pelatihan SIM AKPD: Penguatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Implementasi Angket Kebutuhan Peserta Didik Berbasis Digital2026-08-13T15:50:21+00:00Nur Aini, M.Snurainisamsul@unimed.ac.idAbdul Munirmunir59@unimed.ac.idAmirul Hazmi Hamdanamirulhazmi@unimed.ac.id<p>Pelaksanaan asesmen kebutuhan peserta didik oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK) masih menghadapi kendala, seperti pengumpulan dan pengolahan data secara manual yang memerlukan waktu lama serta berisiko menimbulkan kesalahan. Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya penyusunan program bimbingan dan konseling berbasis kebutuhan peserta didik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kompetensi guru Bimbingan dan Konseling dalam melaksanakan asesmen kebutuhan peserta didik berbasis digital melalui Sistem Informasi Manajemen Angket Kebutuhan Peserta Didik (SIM AKPD). Kegiatan melibatkan 22 guru Bimbingan dan Konseling SMA di Kota Medan. Pelaksanaan program mengacu pada kerangka <em>Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC),</em> yaitu <em>Planning</em> melalui analisis kebutuhan dan penyusunan panduan SIM AKPD; <em>Organizing</em> melalui koordinasi dengan mitra MGBK Wilayah I Sumatera Utara dan persiapan pelatihan; <em>Actuating</em> melalui pelatihan dan simulasi penggunaan SIM AKPD; serta <em>Controlling</em> melalui evaluasi menggunakan angket pertanyaan terbuka yang dianalisis secara tematik dan pendampingan pasca pelatihan. Hasil analisis tematik mengidentifikasi empat tema utama, yaitu peningkatan kompetensi digital guru BK, efisiensi pengelolaan data asesmen, kesiapan implementasi SIM AKPD, dan pentingnya dukungan sekolah, infrastruktur internet, serta kolaborasi dengan perguruan tinggi. Pengembangan SIM AKPD direkomendasikan untuk menambah fitur yang mampu menghasilkan draf program bimbingan dan konseling secara otomatis berdasarkan hasil asesmen kebutuhan peserta didik di sekolah.</p>2026-11-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nur Aini, M.S, Abdul Munir, Amirul Hazmi Hamdanhttps://jurnal.insan.ac.id/index.php/altafani/article/view/1174Peningkatkan Literasi Keuangan Digital Siswa Melalui Edukasi Pencegahan Scam dan Penipuan Online di Era Teknologi Finansial2026-10-19T08:54:58+00:00Muhammad Yasidmuhammad.yasid@uin-suska.ac.idRaja Sakti Putra Harahapraja.sakti.putra.harahap@uin-suska.ac.idMuhammad Albahimuhammad.albahi@uin-suska.ac.idKiki Hardiansyah Siregarkiki.hardiansyah.siregar@uin-suska.ac.idRasmonrasmon@uin-suska.ac.idRina Aulia Putririnaauliap@gmail.com<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan digital siswa melalui edukasi pencegahan scam dan penipuan online. Program dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru dengan melibatkan 50 siswa dan siswi serta menggunakan desain evaluasi satu kelompok melalui pretest dan posttest. Materi mencakup pengenalan layanan keuangan digital, identifikasi modus penipuan, perlindungan data pribadi, verifikasi transaksi, dan langkah penanganan penipuan. Berdasarkan 50 pasangan nilai yang diserahkan penyelenggara, rata-rata pretest sebesar 52,60 meningkat menjadi 76,40 pada posttest, atau bertambah 23,80 poin. Sebanyak 49 peserta mengalami peningkatan, sedangkan satu peserta memperoleh skor tetap. Peningkatan tampak pada kelima domain yang diukur, terutama pengenalan modus scam dan phishing. Perubahan skor menunjukkan perbaikan pengetahuan segera sesudah kegiatan, tetapi desain tanpa kelompok pembanding tidak memungkinkan kesimpulan kausal yang kuat. Temuan ini mendukung penggunaan edukasi berbasis kasus sebagai penguatan literasi perlindungan keuangan digital di sekolah. Tindak lanjut yang disarankan ialah latihan verifikasi berkala dan asesmen ulang untuk menilai retensi serta penerapan perilaku aman.</p>2026-10-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muhammad Yasid, Raja Sakti Putra Harahap, Muhammad Albahi, Kiki Hardiansyah Siregar, Rasmon, Rina Aulia Putri